Perbedaan Antara Panel Surya Kelas A dan Kelas B
Panel fotovoltaik (PV) umumnya diklasifikasikan menjadi Kelas A dan Kelas B berdasarkan kualitas tampilan, toleransi manufaktur, dan konsistensi daya. Kedua jenis panel ini dapat beroperasi normal, tetapi panel Kelas A mengikuti standar kualitas yang lebih ketat, terutama untuk pasar ekspor dan instalasi kelas atas.
1. Penampilan dan Konsistensi Visual
Konsistensi Warna
Kelas A: Warna sel dalam modul yang sama harus seragam dan konsisten secara visual.
Kelas B: Sedikit perbedaan warna antar sel diperbolehkan.
Lekukan (Cacat Tepi Sel)
takik berbentuk V
Kelas A: Tidak diperbolehkan
Kelas B: Maksimum 1 takik per panel, ukuran
takik berbentuk U
Kelas A: Maksimum 1 takik per panel, ukuran Kelas B: Maksimum 2 takik per panel, ukuran
Lubang-lubang
Tidak diperbolehkan di Kelas A dan Kelas B sekaligus.
2. Kualitas Garis Kisi
Garis Kisi Utama yang Rusak
Tidak diperbolehkan di Kelas A maupun Kelas B.
Garis Kisi Halus yang Terputus
Kelas A:
Panjang Tidak lebih dari 2 orang per kelompok.
Tidak ada 3 jeda berturut-turut
Kelas B:
Panjang Tidak lebih dari 4 orang per kelompok.
Tidak ada 3 jeda berturut-turut
Oksidasi Garis Kisi
Tidak diperbolehkan untuk kedua tingkatan kelas.
3. Cacat Permukaan
Goresan pada Permukaan Depan
Kelas A:
Panjang Lebar Kedalaman Maksimal 2 goresan per panel
Kelas B:
Panjang Lebar Kedalaman Maksimal 2 goresan per panel
Kerusakan Aluminium Belakang
Kelas A:
Ukuran
Kelas B:
Ukuran
4. Kinerja Listrik
Kedua jenis tersebut harus memenuhi peringkat daya yang disepakati, dengan toleransi negatif umumnya les kurang dari 0,1 W.
Namun:
Panel kelas A biasanya memiliki konsistensi daya yang lebih baik dan distribusi kinerja yang lebih merata.
Panel kelas B mungkin memiliki variasi daya yang sedikit lebih besar antar sel.
Indikator kelistrikan lainnya seperti batas arus balik dan tinggi lapisan aluminium umumnya dikendalikan dalam rentang yang dapat diterima yang sama.
5. Standar Manufaktur
Modul Kelas A memerlukan kontrol manufaktur yang lebih ketat, termasuk:
Warna dan kilau sel yang konsisten
Penyelarasan sel surya yang tepat
Jarak yang ketat antar sel
Standar kualitas material yang lebih tinggi (misalnya, lapisan belakang yang lebih tebal)
Panel kelas B biasanya menggunakan material yang serupa tetapi memungkinkan toleransi visual dan manufaktur yang sedikit lebih besar, sehingga lebih hemat biaya.
6. Aplikasi Pasar
Panel Kelas A
Pasar ekspor
Proyek komersial dan skala utilitas
Instalasi perumahan berkualitas tinggi
Panel Kelas B
Pasar yang sensitif terhadap biaya
Instalasi domestik
Proyek tenaga surya yang berorientasi anggaran
Kesimpulan
Perbedaan utama antara panel fotovoltaik Kelas A dan Kelas B terletak pada standar penampilan dan toleransi manufaktur, bukan pada fungsionalitas dasar. Meskipun panel Kelas A menawarkan konsistensi visual yang lebih baik dan kontrol kualitas yang lebih ketat, panel Kelas B tetap menjadi pilihan yang andal dan ekonomis untuk banyak aplikasi tenaga surya.
